Wednesday, February 13, 2008

Are You Happy? (Part 1: Seberapa puasnya Anda dengan hidup Anda?)

Uang tidak bisa membeli kebahagiaan, namun kebahagiaan bisa mendatangkan uang.
Pertanyaannya… Bahagiakah Anda? Bagaimana caranya agar lebih bahagia?

PART 1: Seberapa Puasnya Anda Dengan Hidup Anda?

Untuk mengetahuinya, baca kelima pernyataan ini. Dan, gunakan skala 1-7 untuk menilai tingkat kesesuaian Anda, dan jumlahkan jawabannya.

1 = Not at all true
4 = Moderately True
7 = Absolutely True

1. In most ways, my life is close to ideal.
2. The conditions of my life are excellent.
3. I am satisfied with my life.
4. So far I have gotten the important things I want in life.
5. If I could live my life over, I would change almost nothing.

Jika nilai Anda 15 atau kurang, Anda tidak puas dengan hidup Anda.
Jika nilai Anda 31 atau lebih, Anda sangat puas dengan hidup Anda.

Jika nilai Anda antara 15-31, Ahli kebahagiaan Dr. Robert Holden memberikan salah satu nasehat untuk hisup lebih puas. Menurut beliau, salah satu kunci untuk merasa bahagia adalah mengatasi “kecanduan tujuan/dream” yang dapat juga didefinisikan sebagai “hidup tidak di saat ini”

“Semuanya selalu tentang hari esok, karenanya Anda selalu mengejar “lebih”, “setelah itu” dan “di sana”, kata Dr. Holden,”Anda berjanji pada diri sendiri bahwa saat Anda tiba di sana, Anda akan merasa bahagia. Dan saya jamin, Anda tidak akan bahagia, karena setibanya di sana, Anda akan selalu men-set tujuan lain untuk dikejar.”

Dr. Holden juga mengajarkan dua hal yang dapat dilakukan untuk merasa lebih bahagia:
Pertama, kita harus belajar melepaskan masa lalu, lepaskan semua harapan akan masa lalu yang sempurna. Biarkan masa lalu pergi, dia sudah lewat.
Kedua, buatlah ikrar kebaikan. Lebih baiklah terhadap Anda sendiri dan orang lain.

(Sumber: Talkshow dan Web Oprah Winfrey)

Artikel berikut: Part 2.Tujuh langkah untuk menjadi orang yang lebih bahagia

Sunday, February 3, 2008

Stay Above the Line

Bayangkan manusia di dunia ini terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok yang melihat gelas setengah penuh dan kelompok yang melihat gelas setengah kosong. Kemudian bayangkan mereka terpisah satu sama lain oleh sebuah garis horizontal. Satu kelompok hidup di atas garis (above the line), sedangkan satu lagi di bawah garis (below the line).
Kelompok ini bisa juga disebut sebagai VICTOR (Pemenang) dan VICTIM (Korban).
Yang mana pilihan kita? Dan bagaimana caranya untuk tetap berada di atas garis?

(Sumber: Buku Instant Team Building oleh Bradley J. Sugars dan sharing dari sahabat saya Satyawati)














Setiap orang hanya dapat menjadi salah satu dari kedua kelompok di atas, tidak bisa berada di antaranya. Kita memainkan permainan (bisa permainan apa saja, permainan kehidupan, bisnis, olahraga, dsb) di bawah garis ataupun di atas garis.

Secara singkat, Victor (pemenang) memegang kendali atas hidupnya, sedangkan Victim (korban) membiarkan hidup mengendalikan mereka.

Dan ternyata, 95% dari manusia hidup di bawah garis!


Cara untuk tetap OAR

Dari pengalaman, walaupun kita sudah memilih untuk OAR atau berada di atas garis, berusaha untuk selalu Above the Line tidaklah semudah itu. Secara alamiah manusia mencari pembenaran atas tindakan dan kondisinya, dan itu menjadikan BED (Blame, Excuse, Denial) seringkali muncul, baik disadari maupun tidak.

Untuk mengatasinya, alokasikan waktu 1 x 1 jam seminggu khusus untuk BED. Misalnya setiap hari Senin jam 9.00-10.00. Di waktu-waktu lain, saat kita baru mau BED, ingatkan diri bahwa itu belum saatnya, ‘tunggu Senin jam 9.00’.

Dan.. saat tiba waktu BED yang dialokasikan, semangat BED nya pun sudah hilang. Kita pun menjadi tetap OAR di waktu yang kita alokasikan itu.

Hal ini mirip dengan mengontrol kemarahan dengan menghitung sampai 10, ataupun menundanya ke hari berikutnya. Otomatis marahnya sudah hilang, berganti dengan pemikiran yang lebih logis dan obyektif.

Tips ini pun efektif untuk diajarkan ke karyawan kita. Meminta semua Team Member untuk selalu OAR, sepertinya terlalu idealis. Tapi meminta mereka mengalokasikan waktu BED, lebih manusiawi bukan? :)

Silakan dicoba, tidak dijamin 100% persen berhasil, tapi akan banyak membantu. Semoga sukses.




Kunci Sukses di Abad 21

“Di abad 21 ini, bukan lagi yang besar makan yang kecil, tetapi yang cepat makan yang lambat”. Abad 21 adalah abad yang serba cepat, dan sukses di zaman seperti ini sifatnya adalah sementara, sebelum yang lain mendahului. Bagaimana cara untuk bisa sukses di abad 21 ini?

(Sumber: Talkshow James Gwee di Smart FM)

Secara singkat, James Gwee membahas dua poin untuk bisa sukses di abad 21:

1. NETWORKING

Dicontohkan seorang Manager Finance dan Akunting diberi tugas oleh atasannya, “Dengar-dengar akan keluar undang-undang perpajakan yang baru. Tolong kamu pelajari intisarinya, apa yang baru dan berbeda, apa efek baik dan buruknya terhadap perusahaan.”

Jika Manager ini menunggu sampai undang-undang itu keluar, membeli dan membaca buku yang mengulasnya, baru mencari atasannya, akan butuh waktu yang sangat lama.
Manager ini melakukan hal lain. Dia menelpon temannya yang ahli perpajakan dan tahu mengenai hal ini. Dalam waktu 10 menit, Manager ini masuk ke kantor atasannya, dan langsung menyampaikan semua intisari jawaban yang dibutuhkan. Cepat, tepat, dan sangat mengesankan.

Pentingnya networking memunculkan ungkapan yang berlaku di abad ini, “What you know is not important, but Who you know is important”, dan juga “If you are not networking, then you are not working

2. SELF KNOWLEDGE

Dengan kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan dan informasi yang bergerak begitu cepat, sudah bukan zamannya lagi kita hanya diam di tempat. Setiap orang yang ingin sukses harus self learning, self motivated. Jangan menunggu sampai perusahaan mengirim kita untuk seminar misalnya, tapi kita sendiri yang harus pro aktif meningkatkan pengetahuan.
Sumber-sumber self knowledge antara lain: seminar, training, buku dan internet.

James Gwee menutup talkshow-nya dengan kalimat rangkuman sebagai berikut:

Di abad 21 ini, kata kuncinya adalah ‘speed’, yang difasilitasi oleh networking. Namun dengan networking kita baru mendapatkan informasi saja. Untuk benar-benar sukses, kita harus dapat membuat keputusan dengan cepat, tepat dan dalam kondisi yang mendesak sekalipun.